Tampilkan postingan dengan label Bangun Datar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangun Datar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2015

Menghitung Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Menghitung Rumus Luas dan Keliling Trapesium - Siapa yang tak mengenal trapesium. Bangun datar yang tergolong jenis segi empat ini juga sering muncul dalam soal-soal matematika. Trapesium terbagi menjadi tiga, yakni trapesium sembarang (dimana rusuk-rusuknya tidak sama panjang), trapesium sama kaki (sepasang rusuk sama panjang dan sepasang rusuk sejajar), dan trapesium siku-siku.

(Baca juga: Rumus Keliling Lingkaran dan Luas Lingkaran)

Pada kesempatan kali ini, Rumus Dasar Matematika akan membahas berbagai rumus yang sering digunakan terkait menghitung luas maupun keliling trapesium. Berikut ini rumus keliling dan luas trapesium yang disandingkan dengan contoh soal serta pembahasannya, cekidot.

Rumus Luas Trapesium

Luas Trapesium = ½ x ( Jumlah Sisi Sejajar) x Tinggi

Rumus Keliling Trapesium

Keliling Trapesium = AB + BC + CD + DA
( lihat gambar )

Contoh Soal Menghitung Luas dan Keliling Trapesium

1. Diketahui sebuah trapesium memiliki panjang sisi sejajar 4 cm dan 10 cm. Jika tinggi trapesium 6 cm, hitunglah luas trapesium tersebut!
Jawab :


1) Luas trapesium = ½ x ( a1 + a2 ) x t

= ½ x ( 4 + 10 ) x 6
=
½ x ( 14 ) x 6
= ( 7 ) x 6
= 42 cm
2

2. Perhatikan gambar diatas, ABCD merupakan trapesium dan CDEF suatu persegi dengan nilai EF = 10 cm. Jika diketahui nilai AE = 8 cm, FB = 4cm, AD = 12 cm, dan BC = 10 cm, tentukan :
a) panjang CD
b) panjang alas trapesium
c) keliling trapesium ABCD
Jawab :

a) Perlu diketahui bahwa satu sifat persegi adalah tiap sisinya sama panjang .
Maka dapat disimpulkan bahwa panjang CD = panjang EF = 10 cm

b) Panjang alas trapesium = AE + EF + FB
= 8 + 10 + 4
= 22 cm

c) Keliling trapesium = AB + BC + CD + DA
= 22 + 10 + 10 + 12
= 54 cm
Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan tentang Menghitung Rumus Luas dan Keliling Trapesium semoga bermanfaat.

Rumus Keliling Lingkaran dan Luas Lingkaran

Rumus Keliling Lingkaran dan Luas Lingkaran - Salah satu bangun datar yang kerap hadir pada soal-soal matematika adalah lingkaran. Lingkaran satu-satunya bangun yang tidak memiliki sisi atau bisa dikatakan tak terhingga. Setiap bangun pasti memiliki keliling dan luas yang sering ditanyakan.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini RDM akan membahas tentang rumus keliling lingkaran dan rumus luas lingkaran yang tentunya mudah untuk kita pahami. Rumus lingkaran pasti memakai lambang π atau bila dibaca berbunyi "phi" dengan ketentuan nilai 22/7 atau 3,14 tergantung koefisien jari-jari. Langsung saja berikut rumus paten keliling dan luas lingkaran.
Rumus Keliling Lingkaran : π x d   atau   2 x π x r

Rumus Luas Lingkaran : π x r2

Keterangan :

> π = phi = 3,14 atau 22/7
> d = diameter (2 kali jari-jari)
> r = jari-jari lingkaran
Contoh soal berdasar rumus keliling lingkaran

1. Sebuah lingkaran diketahui memiliki jari-jari 7 cm. Tentukan keliling lingkaran tersebut!
r = 7 cm
π = 22/7

Jawab :

Rumus keliling lingkaran = 2 x
π x r
= 2 x 22/7 x 7
= 44 cm
2. Hitunglah keliling lingkaran yang memiliki diameter 40 cm!
d = 40 cm
π = 3,14

Jawab :

Rumus keliling lingkaran =
π x d
= 3,14 x 40
= 125,6 cm
3. Diketahui luas sebuah lingkaran 706,5 cm2. Carilah berapa keliling lingkaran tersebut!
Luas lingkaran = 706,5 cm2
π = 3,14

Jawab :

Rumus luas lingkaran =
π x r2
706,5 = 3,14 x r
2
706,5 / 3,14 = r
2
225 = r
2
225 = r
15 = r

Jadi, keliling lingkaran = 2 x
π x r
= 2 x 3,14 x 15
= 94,2 cm
Contoh soal berdasar rumus luas lingkaran

1. Sebuah roda memiliki diameter 28 cm. Tentukan luas lingkaran roda!
d = 28 cm / r = 14 cm
π = 22/7

Jawab :

Rumus luas lingkaran =
π x r2
= 22/7 x 14
2
= 22/7 x 196
= 616 cm
2
2. Keliling sebuah lingkaran adalah 132 cm. Hitunglah luas lingkaran tersebut!
Keliling lingkaran = 132 cm
π = 22/7

Jawab :

Rumus keliling lingkaran = 2 x
π x r
132 = 2 x 22/7 x r
132 = 44/7 x r
132 x 7/44 = r
21 = r

Jadi, luas lingkaran =
π x r2
= 22/7 x 21
2
= 1386 cm
2
Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan tentang Rumus Keliling Lingkaran dan Luas Lingkaran semoga bermanfaat.

Selasa, 07 April 2015

Materi Lingkaran: Unsur-unsur Lingkaran

Materi Lingkaran: Unsur-unsur Lingkaran - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pelajaran matematika dengan materi lingkaran. Lingkaran merupakan sebuah bangun datar yang berbentuk bulat.

Secara umum definisi lingkaran adalah himpunan titik-titik yang berjarak sama terhadap satu titik tetap yang dinamakan titik pusat lingkaran. Lingkaran tidak memiliki titik sudut. Mari kita ungkap unsur-unsur pada lingkaran.

Unsur-unsur Lingkaran

Keterangan :

  1. Titik O = Pusat lingkaran
  2. Garis OA = OB = OD = Jari-jari lingkaran
  3. AB = Diameter lingkaran
  4. Garis lurus BD = Tali busur
  5. Garis lengkung AD dan BD = Busur
  6. Garis OE = Apotema
  7. Daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur = Juring = misal AOD
  8. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan dua jari-jari = Tembereng (yang diarsir)

Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan tentang Materi Lingkaran: Unsur-unsur Lingkaran semoga bermanfaat.

Rabu, 25 Februari 2015

Bangun Datar: Jenis-jenis Segitiga dan Penjelasannya

Bangun Datar: Jenis-jenis Segitiga dan Penjelasannya - Segitiga merupakan sebuah bangun datar yang memiliki tiga titik sudut dengan tiga ruas garis yang mengapitnya. Segitiga memiliki banyak jenis, semua itu dapat dibedakan tergantung panjang sisi juga besar sudutnya.

Rumus-rumus segitiga selalu terikat dengan yang namana Teorema Phytagoras. Materi ini harus sobat kuasai terlebih dahulu sebelum melangkah ke bab ini. Bila sobat belum mengerti materi ini, bisa kunjungi link --> Teorema Phytagoras.

1. Jenis-jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisinya

a. Segitiga Sama Kaki
Adalah segitiga yang dua sisinya sama panjang.


Panjang AC = BC
∠A = ∠B
∠A + ∠B + ∠C = 180°s
b. Segitiga Sama Sisi
Adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.


Panjang AB = BC = AC
∠A = ∠B = ∠C = 60°
∠A + ∠B + ∠C = 180°
c. Segitiga Sembarang
Adalah segitiga yang panjang ketiga sisinya berbeda-beda.


- Ketiga sisinya tidak sama panjang ( AB ≠ BC ≠ AC )
- Ketiga sudutnya tidak sama besar ( ∠A ≠ ∠B ≠ ∠C )
- ∠A + ∠B + ∠C = 180°
2. Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya

a. Segitiga Siku-siku
Adalah segitiga yang salah satu sudutnya adalah 90°


∠A = 90°
∠B = 45°
∠C = 45°
b. Segitiga Lancip
Adalah segitiga yang besar ketiga sudutnya kurang dari 90°


A, B, dan C lebih kecil dari 90
°
c. Segitiga Tumpul
Adalah segitiga yang besar salah satu sudutnya lebih dari 90°


C lebih besar dari 90
°
Mungkin itu saja Jenis-jenis Segitiga dan Penjelasannya yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat buat kalian semua.